12 April 2008

Free/Opensource Software (FOSS) : Konsep dan Implementasinya



by: sigit wasi - 2008
Memahami Free/Opensource Software

Free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program keperluan apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembang sebelumnya.


Sejarah singkat perkembangan
  • Dimotori oleh Richard Stallman (MIT) th 1980 an sebagai reaksi atas munculnya konsep “proprietary” dalam bidang software
  • Membuat project GNU (GNU Is Not Unix), utk membuat OS dan tools yang free
  • Didirikan FSF (Free Software Foundation) utk mensosialisasikan dan mempromosikan produk-produk software free
FSF dan OSI
  • FSF (Free Software Foundation) dimotori Richard Stallman
  • OSI (Open Source Initiative) dimotori Eric S Raymond & Bruce Peren.Meskipun filosofi dasar kedua gerakan ini berbeda, FSF dan OSI berbagi area yang sama dan bekerja sama dalam halhal praktis, seperti pengembangan perangkat lunak, usaha melawan perangkat lunak proprietary, paten perangkat lunak, dan sejenisnya.
  • FSF dan OSI -> Dua Partai di komunitas yang Sama
Konsep free dari FSF
Menurut FSF, perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan/menditribusikan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak, yaitu:
  • Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja (kebebasan 0).
  • Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (kebebasan 1). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
  • Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama anda (kebebasan 2).
  • Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya (kebebasan 3). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga.
Konsep Opensource dari OSI :
Jika para pemrogram dapat mempelajari, mendistribusikan ulang, dan mengubah kode sumber sebagian perangkat lunak, maka perangkat lunak itu berkembang. Masyarakat mengembangkannya, mengaplikasikannya, dan memperbaiki kelemahannya.




Keuntungan Free/Opensource Software
  • Keamanan (Security)
  • Ketersediaan/Kestabilan (Realibility/Stability)
  • Standar terbuka dan tidak tergantung vendor
  • Mengurangi ketergantungan terhadap impor
  • Meningkatkan kemampuan mengembangkan perangkat lunak lokal
  • Pembajakan, HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan WTO (World TradeOrganization)
  • Bahasa dan budaya lokal (localizatio)
Perbandingan Metoda pengembangan software
Traditional / Proprietary
  • Sekelompok pemrogram bekerja dalam suatu isolasi (misalnya di sebuah perusahaan),dengan perencanaan dan manajemen yang hatihati,hingga bekerjaanya selesai dan program dirilis ke publik. Sekali dirilis, program dianggap selesai, dan selanjutnya hanya ada pekerjaan terbatas untuk program itu.
Free/Opensource
  • Dimulai dari yang tidak terstruktur. Pengembang merilis kode programnya ke publik meskipun baru berfungsi secara minimal, dan kemudian mengubah programnya sesuai umpan balik yang diberikan publik. Pengembang lain bisa ikut mengembangkan program itu berdasar kodekode yang telah ada. Pada periode waktu tertentu, keseluruhan sistem operasi dan aplikasi menjadi tumbuh dan berkembang secara terus menerus.
Opensource merupakan suatu KOMUNITAS
Kelebihan metoda pengembangan opensource
  • Mengurangi duplikasi kerja
  • Membangun di atas karya lain
  • Kendali mutu yang lebih baik
  • Mengurangi biaya maintenance
GPL (General Public License)
Salah satu jenis lisensi untuk opensource software
  • GPL adalah lisensi, hanya saja isinya sangat berbeda dengan lisensi proprietary. Didalamnya dia memberikan hakhak pemakai yang biasanyanya tidak diberikan oleh lisensi komersial oleh perusahaan perangkat lunak.
  • Di dalamnya termasuk hak untuk mengakses kode sumber, hak untuk menjalankan program, hak untuk memperbanyak dan menyebarkan, hak untuk mengubah program dan menyebarkan hasil modifikasinya. Di lain pihak meskipun GPL memberikan hakhak pemakai, GPL juga membatasi halhal tertentu untuk menjamin bahwa program yang memakai GPL dan turunannya tetap perangkat lunak bebas. Turunan GPL harus GPL.
  • “Copyleft ” Copyleft mencegah perangkat lunak bebas diubah menjadi perangkat lunak proprietary. Bila copyright digunakan untuk memprivatisasi software, copyleft dapat dipakai untuk menjaga agar perangkat lunak tetap bebas menjadi milik masyarakat.
http://www.gnu.org/licenses/gpl.html

Bagaimana Free/Opensource software untuk Bisnis dan Perkantoran ?
Sebagai salah 1 dari 3 PILIHAN dalam pemanfaatan IT
  • Proprietary/Commercial platform
  • Free/Opensource platform
  • Mixed platform
Proprietary / commercial platform
  • Seringkali dikondisikan kebijakan implementasi IT yangtelah ditetapkan#sebelumnya / terpusat (existing system)
  • Migrasi sistem ke opensource membutuhkan re-developed aplikasi yang sudah ada dengan volume besar dan kompleks yang membutuhkan sumber daya tinggi.
  • Kemampuan finansial yang memadai
Free/opensource platform
  • Didasari keinginan untuk mengurangi biaya kepemilikan (TCO) software
  • Kemampuan finansial menjadi kendala
  • Migrasi sistem yang sudah ada bisa dilakukan cukup dengan mem-porting ke opensource platform. Plus sedikit re-coding
  • Seluruh fungsi pekerjaan di organisasi bisa dipenuhi dengan platform opensource
Mixed Platform (FOSS & Proprietary)
  • Didasari keinginan untuk mengurangi biaya kepemilikan (TCO) software
  • Ada beberapa fungsi pekerjaan yang memang belum mampu dipenuhi oleh software-software opensource
  • Migrasi sistem ingin dilakukan secara terbatas, sehingga tidak terlalu mengganggu kelangsungan bisnis
  • Kemampuan finansial relatif cukup
Aspek yang perlu dipertimbangan dalam menentukan strategi pemilihan platform IT di perusahaan Anda
  • Komitmen : “be a legal” or “illegal”
  • Finansial (Anggaran IT yang dialokasikan)
  • Existing system
  • Ketersediaan solusi di setiap platform
Kunci keberhasilan
  • Pahami bahwa Proprietary dan Free/Opensource adalah alternatif pilihan yang sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bisa berdiri sendiri bisa saling melengkapi
  • Ketahui kebutuhan organisasi perusahaan anda
  • Ketahui kemampuan dan ketersediaan sumber daya di organisasi perusahaan anda
  • Konsultansi atau dukungan pihak ketiga dapat membantu keberhasilan implementasi IT
Referensi open source resources
  • www.opensource.org
  • www.sourceforge.net
  • www.osalt.com
  • www.osdir.com
  • www.igos.web.id
  • www.opensource-indonesia.com


No comments:

Post a Comment

Mohon pesan dan komentar di sini..